Copyright 2017 - by Gen Konsultan


upgrade new version iso 9001:2015 & iso 14001:2015

Sistim Manajemen Keamanan Pangan

(ISO 22000)

 

Latar Belakang

Beberapa kasus produk export Indonesia :

Detention pd biji kakao & sayur kaleng krn serangga di pallet kayu /container ke USA yg sdh di fumigasi

Kasus antibiotik pd udang & sea food di EU

Kasus aflatoxin pd kacang olahan ke AS/EU

Penolakan jelly cup dg konjaku di US, EU

Penolakan kopi instan dr Cina krn bacterie.coli

Lalat buah pd buah2-an ke Japan & Taiwan

Virus Flu burung pd daging/ayam ke Japan /EU/AS

Na-Benzoat pd kecap & kue lapis di Malaysia

Staphy lococcus aureus pd ikan red coat ke Cina

Bahan pewarna Sudan 1 & 2 pd sop buntut kaleng ke Inggris/ EU

Bahan pewarna E102-Tartrazine pd mie kering ke EU/Spanyol, yg boleh unt mie tapi di larang pd pasta

 

Isu Global

Antrax

Flu Burung (H5N1)

Flu Babi (H1N1)

Food Safety and Environment  (Antibiotics, Pesticides, Toxic, dll.)

Sustainability

Genetic Modified Organism (GMO)

Quality and Freshness

Nutrition dan Labelling

Social Accountability

“Bio-terorism” (SnowBall effect  Tragedi WTC, 11 Sept. 2001 danmungkinBom Bali 12 Sept. 2002)

 

Kasus-kasus keracunan makanan di Indonesia

Puluhan karyawan pabrik garmen di Bandung keracunan sehabis makan siang ( 7 April 2005, Liputan6.com)

29 murid SD Cakung keracunan sehabis mengkonsumsi bolu dan AMDK( 17 March 2005, liputan 6. com & Tempo).

Keracunan masal di pesta perkawinan (14 March 2005, Tempo).

Dua minggu karyawan keracunan 2 kali (10 March 2005, Tempo).

88 anak dan pengasuh panti asuhan di Pontianak keracunan setelah makan nasi bungkus ( 22 Feb, 2005, Kompas)

Karyawan SCTV akhirnya meninggal dunia setelah makan nasi kotak di pesta lounching logo SCTV

( Banjarmasin Post, 31 Jan 2005)

Keracunan makanan di Desa Giri jaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mencapai sebanyak 108 orang (Republika, 20 januari 2016)

 

Isu-isu tersebut harus diperhatikan oleh Produsen pangan karena :

Daya dukung sumber alam semakin berkurang

Keseimbangan alam mulai terganggu

Dunia telah tercemar

Kualitas hidup meningkat

Peningkatan tingkat pendapatan

Ancaman teror atau “ketakutan berlebihan”..?? (“produk makanan menjadi media teror….Bioterorism Act 2003 di USA”)

 

 

Apa itu Sistim Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005

Sistim yang menggabungkan elemen kunci yang diakui di Sistem Manajemen Keamanan Pangan :

Komunikasi interaktif

Manajemen sistem

Program Kelayakan Dasar / Prerequisite programmes (PRP)

Prinsip HACCP (Codex Alimentarius Commission)

ISO 22000 adalah sistim keamanan pangan generik yang mendefinisikan satu set persyaratan keamanan pangan umum yang berlaku untuk semua organisasi dalam rantai makanan. Persyaratan ini tercantum

dalam klausul-klausul persyaratan 4, 5, 6, 7, dan 8 dari ISO 22000. Jika organisasi Anda adalah bagian dari rantai makanan, ISO 22000 menginginkan Anda untuk membangun sistem manajemen keamanan pangan (FSMS).  Kemudian ingin Anda menggunakan sistem ini untuk memastikan bahwa produk makanan tidak menyebabkan efek pada kesehatan manusia.  ISO 22000 dirancang dan digunakan untuk tujuan sertifikasi (registrasi).  Dengan kata lain, setelah Anda menetapkan FSMS yang memenuhi persyaratan ISO, Anda dapat meminta registrar untuk mengaudit sistim Anda. Jika organisasi Anda telah memenuhi persyaratan ISO 22000, maka akan dikeluarkan sertifikat resmi yang menyatakan bahwa FSMS Anda memenuhi ISO 22000 persyaratan keamanan pangan. Namun, Anda juga tidak harus disertifikasi (registrasi) dalam menerapkan standard ini.  Anda dapat menilai keefektifan sistem Anda sendiri melalui mekanisme internal audit.  Tentu saja, pelanggan Anda dan mitra bisnis lebih cenderung percaya bahwa Anda memiliki FSMS efektif jika telah dinilai oleh auditor independen.

 

Sasaran Sistim Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005

Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui kontrol yang efektif dari bahaya keamanan pangan, termasuk proses untuk memperbarui sistem.

Untuk menunjukkan kemampuannya dalam mengendalikan bahaya keamanan pangan dengan tujuan agar konsisten menyediakan produk yang aman dan memenuhi persyaratan yang disepakati dengan pelanggan dan peraturan keamanan pangan yang berlaku

One Response to ISO 22000 – Sistem manajemen keamanan pangan | Konsultan ISO 22000 Murah ,jasa Konsultan ISO 22000, Consultant HACCP, GMP, Training ISO 22000

jasa Konsultan ISO 22000, Consultant HACCP, GMP, Training ISO 22000

Paket Konsultasi dan sertifikasi ISO 9001, Konsultan ISO 9001 Murah, KONSULTAN ISO 9001, KONSULTAN OHSAS 18001

Prinsip Sistim Manajemen Keamanan Pangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jaminan keamanan pangan Perlu mencakup semua kegiatan di semua tahap rantai suplai makanan :

Produksi primer atau pembelian

Melalui pengolahan dan penyimpanan

Distribusi dan konsumsi

Melalui pendekatan :

From “ FARM to FORK”

From “ WATER to TABLE”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsep Sistim Manajemen Keamanan Pangan

Sistem Keamanan Pangan mengandalkan proses kontrol untuk meminimalkan risiko dalam industri pengolahan makanan

Sistem pencegahan, bukan sistem inspeksi Quality Control tradisional

TIDAK nol risiko (NOT zero risk)

TIDAK menghilangkan kemungkinan bahaya masuk keproduk

Upaya untuk mengurangi kemungkinan bahaya pada tingkat yang dapat diterima

 

 

 

 

Persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005

1.Ruang Lingkup

2.Acuan Normatif

3.Istilah dan Pengertian

4.Sistem Manajemen Keamanan Pangan

5.Tanggung jawab Manajemen

6.Manajemen Sumberdaya

7.Perencanaan dan Realisasi Produk yang Aman

8.Validasi, Verifikasi dan Pengembangan Sistem Manajemen Keamanan Pangan

 

 

Manfaat Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan ISO 22000:2005 

Pengendalian bahaya keamanan pangan lebih sistematis, efisien dan dinamis

Jaminan makanan yang lebih baik dan aman dengan keberterimaan di seluruh dunia

Harmonisasi standar keamanan pangan nasional

standar yang dapat diaudit dengan persyaratan yang jelas sebagai kerangka kerja untuk sertifikasi pihak ke-3

Optimalisasi sumberdaya (internal & sepanjang rantai makanan; mengurangi tumpang tindih audit sistem)

Mengisi kesenjangan antara ISO 9001: 2008 dan HACCP

Pendekatan sistem dari pada pendekatan produk